Pada tulisanku yang mulai kesepian... Aku pernah bertanya padamu, Butuhkah aku teman dalam hidupku ? Kamu tidak menjawab, Tapi tiba-tiba kau kirimkan aku seseorang yang lebih dari sekedar teman. Aku mulai melewati hariku bersamanya. Meski semakin lama kami bersama, aku semakin meragukan kehadiranku dalam hidupnya. Aku merasa ada dinding tinggi yang menghalangi kami untuk tetap bersama ! Lalu aku kembali bertanya padamu, Haruskah aku bertahan dan mencoba merobohkan dinding tinggi itu ? Kamu masih tidak menjawab, Namun kamu memberi aku kekuatan untuk bertahan dan menghancurkan dindingnya. Akupun mulai percaya bahwa semua hanya keraguanku. Dan hidupku berubah menjadi sebuah rasa yang sulit ku tuliskan. Aku begitu terlena oleh kesemuan. Bahkan aku sempat berharap semua kesemuan ini adalah sebuah kenyataan ! Saat aku terbangun disisinya, aku selalu merasa lega karena duniaku masih sama indahnya. Namun pada suatu malam yang tidak pernah ku sangka akan menjadi malam tera...
Dalam ruangan segiempat ini, aku adalah kehampaan. Yang selalu mencoba mencari kesibukan untuk mengalihkan rasa kesepian. Entah berapa lama aku mampu melewati semua kebohongan. Perihal diri yang selalu berdiri tegak seolah kuat , padahal jelas itu hanya sebuah kepura-puraan. Dalam suatu malam.. saat aku sedang menatap langit-langit kamar, Labirin hatiku goyah, seolah ada yang meyakinkan bahwa ini hanyalah cinta yang samar ! Dan menyuruhku untuk pergi tanpa kabar.. Namun diwaktu yang bersamaan... aku takut terkapar. Dalam pertahanan yang begitu menyakitkan.. semua ini terlalu berat... terlebih ketika mencintai tanpa berdampingan. Entah dinilai sedalam apa kesalahannya, hingga cinta ini harus dibunuh tanpa berperasaan. Aku tidak marah. Aku hanya sedang kecewa. Kecewa perihal diri ini yang selalu larut dalam kesedihan.