Langsung ke konten utama

Postingan

Hanya sebuah tulisan

Pada tulisanku yang mulai kesepian... Aku pernah bertanya padamu, Butuhkah aku teman dalam hidupku ? Kamu tidak menjawab, Tapi tiba-tiba kau kirimkan aku seseorang yang lebih dari sekedar teman. Aku mulai melewati hariku bersamanya. Meski semakin lama kami bersama, aku semakin meragukan kehadiranku dalam hidupnya. Aku merasa ada dinding tinggi yang menghalangi kami untuk tetap bersama ! Lalu aku kembali bertanya padamu, Haruskah aku bertahan dan mencoba merobohkan dinding tinggi itu ? Kamu masih tidak menjawab, Namun kamu memberi aku kekuatan untuk bertahan dan menghancurkan dindingnya. Akupun mulai percaya bahwa semua hanya keraguanku. Dan hidupku berubah menjadi sebuah rasa yang sulit ku tuliskan. Aku begitu terlena oleh kesemuan. Bahkan aku sempat berharap semua kesemuan ini adalah sebuah kenyataan ! Saat aku terbangun disisinya, aku selalu merasa lega karena duniaku masih sama indahnya. Namun pada suatu malam yang tidak pernah ku sangka akan menjadi malam tera...
Postingan terbaru

PERIHAL DIRI INI 🍃

Dalam ruangan segiempat ini,  aku adalah kehampaan. Yang selalu mencoba mencari kesibukan untuk mengalihkan rasa  kesepian. Entah berapa lama aku mampu melewati semua kebohongan. Perihal diri yang selalu berdiri tegak seolah kuat , padahal jelas itu hanya sebuah kepura-puraan. Dalam suatu malam..  saat aku sedang menatap langit-langit kamar, Labirin hatiku goyah, seolah ada yang meyakinkan bahwa ini hanyalah cinta yang samar ! Dan menyuruhku untuk pergi tanpa kabar.. Namun diwaktu yang bersamaan...  aku takut terkapar. Dalam pertahanan yang begitu menyakitkan.. semua ini terlalu berat... terlebih ketika mencintai tanpa berdampingan. Entah dinilai sedalam apa kesalahannya, hingga  cinta ini harus dibunuh tanpa berperasaan. Aku tidak marah. Aku hanya sedang kecewa. Kecewa perihal diri ini  yang selalu larut dalam kesedihan.

TUAN, IZINKAN AKU TETAP BERSAMA MALAIKATKU.

Tuan.. tidak usah sungkan, Masuklah.. Kamu masih punya kebebasan untuk datang kapanpun kau mau. Duduklah.. sengaja sudah ku siapkan es teh manis kesukaanmu. Tak usah melihatku dengan balutan wajah sedih seperti itu. Sungguh aku tidak apa-apa , ini hanya luka kecil tuan. Tidak ! Kali ini biar ku balut lukaku sendiri. aku tidak mau lagi merepotkanmu  ! Tuan, Apa kau sudah tau tentang sesuatu ? Tidak tidak, kali ini bukan tentang mereka atau kita . Tapi tentang malaikat kecil itu. Malaikat kecil yang akan membawaku pada dunia baru. Malaikat kecil itu pasti lucu kan tuan ? Meski entah akan jadi seperti apa hidupku saat dia hadir. Tapi aku percaya, sekalipun kamu tak mungkin lagi datang padaku. Aku tidak akan kesepian !  Karena kau telah menitipkan malaikat kecil untuk menemaniku. Tuan...  bolehkah ku ajukan permintaan terakhirku padamu ? Disaat kau tak bisa lagi datang ke tempatku, Tolong jangan bawa malaikat kecil itu bersamamu. Karena sejak hari i...

Untuk kamu yang tersemoga 💛

Untuk KAMU yang sudah Ibu sayangi sebelum pertemuan. Suatu saat ketika kamu membaca tulisan ini, ibu harap kamu tidak pernah marah apalagi membenci ibu. Ketahuilah.. ibu sungguh menyayangimu, bahkan jauh sebelum ibu melihat rupamu. Ibu sungguh sudah jatuh cinta padamu sebelum ibu tau seperti apa sinar mata kecilmu. Nak, ibu tidak mencegah kehadiranmu. Begitupun ayah. Ibu juga bukannya tidak meminta kehadiranmu secepatnya, hanya saja.. banyak yang belum ibu siapkan untuk menjadi ibu yang baik untukmu. Setahun lalu, saat ayah meminta ibu menjadi istrinya. Ibu hanya sibuk menyiapkan diri menjadi seorang istri yang baik, meskipun sekarang ibu belum begitu baik menjadi istri ayah. Ibu lupa ketika ibu menyiapkan diri untuk menjadi seorang istri , seharusnya ibu juga menyiapkan diri menjadi seorang ibu. Seorang ibu yang baik untuk kamu. Maaf soal itu nak. Jadi sekarang biarkan ibu menyiapkan diri sebentar,  menyiapkan segala yang harus disiapkan agar ketika kamu hadir, ibu tidak menj...

Bolehkah aku tetap disini ??

Aku bingung harus mulai dari mana. Apakah aku harus memulai Dari aku yang begitu gila ? , Memulai Dari aku si pembawa masalah ? , Apa memulai Dari aku sang pemberi beban paling hebat ? , Atau mulai dari aku wanita biasa yang begitu mencintaimu ?. Entah... Yang ku tau saat ini kepalaku dipenuhi ribuan kalimat aneh yang mencoba merasuki diriku sendiri. Mereka seakan menjelma menjadi seseorang dengan banyak perintah dan kalimat-kalimat yang harus aku benarkan adanya. Mereka seakan terus mengajakku berbicara dan terus mengajakku kesuatu tempat yang mereka janjikan indah. Mereka berbisik agar aku bisa pamit kepadamu. Mereka mengajariku untuk mengatakan " bolehkah aku pergi ? ". Kadang mereka juga memaksaku untuk menghilangkan diri tanpa alasan. Aneh.... Ini sesuatu yang memang tidak bisa diterima oleh nalar kalian yang waras. Karena hal semacam itu pasti hanya milik wanita gila sepertiku. Wanita gila yang bahkan tidak bisa menahan beban dipunggung nya sendiri. Hah... apa ka...

Ujung untuk menepi..

Sesaat kau datang membawa pesona sang pangeran Menyapa dengan sopan Lalu memperkenalkan nama depan Sembari tersenyum dengan balutan wajah tampan Kemudian waktu berjalan begitu cepat Kau selalu datang diwaktu yang tepat Kemudian mengajukan pertanyaan dengan rapat Sambil merapihkan lengan baju yang kau lipat Hingga pernah suatu ketika Kau tawarkan aku tentang masa depan kita Kau tawarkan aku tentang pagi, siang , dan malam yang akan kita lewati bersama Lalu soal cinta, katamu.. akulah orangnya Sementara aku menanyakan pada diri sendiri Benarkah ini bukan mimpi ? Rasanya seperti perahu yang menemukan ujung untuk menepi Tapi kali ini tidak sendiri

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...