Langsung ke konten utama

TUAN, IZINKAN AKU TETAP BERSAMA MALAIKATKU.

Tuan.. tidak usah sungkan,
Masuklah..
Kamu masih punya kebebasan untuk datang kapanpun kau mau.
Duduklah.. sengaja sudah ku siapkan es teh manis kesukaanmu.


Tak usah melihatku dengan balutan wajah sedih seperti itu.
Sungguh aku tidak apa-apa , ini hanya luka kecil tuan.
Tidak ! Kali ini biar ku balut lukaku sendiri.
aku tidak mau lagi merepotkanmu  !


Tuan, Apa kau sudah tau tentang sesuatu ?
Tidak tidak, kali ini bukan tentang mereka atau kita .
Tapi tentang malaikat kecil itu.
Malaikat kecil yang akan membawaku pada dunia baru.


Malaikat kecil itu pasti lucu kan tuan ?
Meski entah akan jadi seperti apa hidupku saat dia hadir.
Tapi aku percaya, sekalipun kamu tak mungkin lagi datang padaku.
Aku tidak akan kesepian !  Karena kau telah menitipkan malaikat kecil untuk menemaniku.


Tuan...  bolehkah ku ajukan permintaan terakhirku padamu ?
Disaat kau tak bisa lagi datang ke tempatku,
Tolong jangan bawa malaikat kecil itu bersamamu.
Karena sejak hari itu, saat aku tak berani lagi memintamu untuk tetap disampingku,
aku hanya punya malaikat kecil itu. Malaikat kecil yang menguatkanku untuk tetap hidup sebagai seorang Dewi.


Jadi Tuan, mohon sekiranya kau berbelas kasih padaku.
Berjanjilah, untuk tidak memisahkan aku dari malaikat kecilku.
Sebagai gantinya, aku akan berjanji untuk tidak akan mencegahmu jika kau ingin datang pada wanita asing manapun.
Aku tidak akan menuntut hak ku padamu.
Karena sejujurnya...
sejak hari itu, Aku sudah tidak di izinkan menuntut hak apapun padamu !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...