Rupanya rasa itu yang membelah mimpiku semalam. Rasa itu hadir setelah aku tertawa bahkan sampai terpingkal. Hingga tawa yang ku hadirkan justru berubah menjadi berbagai rasa tak karuan, sekaligus rasa ingin menenggelamkan diri dalam bumi. Ku tertawai dan ku tangisi diriku sendiri didepan cermin. Ku bilang "dia milikku dan hanya milikku sampai nanti" Hahaha... Aku gila rupanya !! Mengakui dia yang hanya sebuah titipan sebagai kepunyaanku. Hei.. jangan sampai Tuhan murka !! Batinku meradang, tapi hatiku tak mau terdiam. Dia terus mengakui, terus memeluk angan bersamanya, terus melirih jangan pergi. Aku kembali menangis.. kali ini diiringi segukan dan isakan yang terdengar memilukan. Jelas ada yang salah dalam hatiku, ada yang tumbuh tanpa pengawasanku. Aku mulai mencari.. ku cari terus.. ku cari lagi... hingga ku temukan disudut paling kanan didalam hatiku. Ada satu rasa yang tumbuh lebih besar dan lebih kokoh dari rasa cintaku. kau mau tau apa itu ? Itu adalah ...