Rupanya rasa itu yang membelah mimpiku semalam.
Rasa itu hadir setelah aku tertawa bahkan sampai terpingkal.
Hingga tawa yang ku hadirkan justru berubah menjadi berbagai rasa tak karuan, sekaligus rasa ingin menenggelamkan diri dalam bumi.
Ku tertawai dan ku tangisi diriku sendiri didepan cermin.
Ku bilang "dia milikku dan hanya milikku sampai nanti"
Hahaha... Aku gila rupanya !!
Mengakui dia yang hanya sebuah titipan sebagai kepunyaanku.
Hei.. jangan sampai Tuhan murka !! Batinku meradang, tapi hatiku tak mau terdiam.
Dia terus mengakui, terus memeluk angan bersamanya, terus melirih jangan pergi.
Aku kembali menangis.. kali ini diiringi segukan dan isakan yang terdengar memilukan.
Jelas ada yang salah dalam hatiku, ada yang tumbuh tanpa pengawasanku.
Aku mulai mencari.. ku cari terus.. ku cari lagi...
hingga ku temukan disudut paling kanan didalam hatiku.
Ada satu rasa yang tumbuh lebih besar dan lebih kokoh dari rasa cintaku.
kau mau tau apa itu ?
Itu adalah rasa takut kehilanganmu...
Sekali lagi, rasa takut tersisih itu menyelimuti hatiku yang keruh.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar