Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Penyelipan kata untukmu.

Saat purnama hampir sempurna, Aku hanya ingin mengeluarkan kata.. bukan untuk dapat pujian. Atau pada saat fajar hampir habis, Aku hanya ingin membebaskan kata.. Bukan untuk dapat penilaian. Karena mereka hanya susunan kata sederhana, Yang perlu dikeluarkan... Yang perlu dibebaskan... Aku hanya suka menenggelamkan diriku dalam ribuan kata dengan puluhan cangkir kopi hangat sebagai teman setia. Jika bagi kalian itu hal yang sia-sia. Percayalah, bagiku dan mereka yang sama... itu adalah hal yang paling membahagiakan. Jangan.. jangan tanya mengapa, kenapa atau bagaimana. Karena jika dijelaskan itu tidak akan masuk dalam nalar kalian. Aku hanya ingin kalian  membaca tanpa harus memperdulikan bagaimana aku mencari, menyusun, hingga menjadikan kata sebagai perwakilan perasaanku.. perasaanmu.. atau perasaan dia. Aku hanya ingin itu. Maaf Jika inginku terlalu sederhana, Karena ingin yang terlalu berlebihan hanya akan membuatku terluka. Dan luka itu sakit, apa lagi luka ya...

Jentikan jemariku untuk double Maul #gendongkamunikah

Untuk yang telah kamu pilih sebagai hujan, maka jangan pernah mencari teduh yang lain. Atau untuk yang telah kamu pilih sebagai mentari pagi hari, maka jangan pernah mencari hangat yang lain. Bahkan meski hari telah menjadi bulan, bulan telah menjadi tahun, dan tahun telah menjadi abad. Jika nanti perkara teduh atau hangat yang tidak sama lagi, mungkin kamu hanya butuh ucap sebagai pengingatnya. Katanya, semakin jauh hubungan semakin banyak juga ucap yang tersalah artikan, untuk itu tetaplah menjadi penerjemah tersabar.. agar kelak dia yang tersemoga dalam hidup kalian, tidak pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Juga agar kamu yang ku lihat tersenyum bahagia disampingnya hari ini, tetap menunjukkan senyum yang sama di hari, bulan, tahun atau bahkan abad kemudian. Tapi jika takdir berkata lain, maka cukup jadi penerima paling mengerti.. bahwa bahagia tidak melulu bersanding bersama, melainkan melihat dia yang tersemoga tumbuh dengan penuh cinta meski dalam atap yang berbeda.

Aku hanya RINDU ❤

Dan saat aku marah, aku hanya rindu caramu menarik lenganku agar melingkari pinggangmu. Aku hanya rindu caramu, memainkan gas motormu. Aku hanya rindu tatapanmu lewat spion motormu. Aku hanya rindu caramu menyatakan kata maaf dengan raut wajah yang membuatku ikut sedih. Aku hanya rindu dengan candaan absurd yang entah mengapa bisa membuatku tertawa. Saat ini aku hanya ingin mencari kebenaran, Mungkinkah aku benar-benar marah padamu ? Jika marah masih diselimuti rindu yang tebal ? Rasanya aku terlalu kekanak-kanakan untuk mempertanyakan hal demikian. Tapi pada malam yang entah mengapa anginnya terasa begitu menggigil, aku berserta rinduku tak bisa lagi bersembunyi dibalik keegoisan remajaku yang dulu. Hingga fajar hampir bersiap-siap untuk keluar, mataku masih enggan terpenyamkan. Tak ada yang salah dengan apa yang aku konsumsi tadi siang, ini hanya soal hati yang ingin mengatakannya padamu, meski hanya melalui pesan singkat yang ku kirim pada ponselmu. Kau tau apa itu ? It...