Langsung ke konten utama

Penyelipan kata untukmu.

Saat purnama hampir sempurna,
Aku hanya ingin mengeluarkan kata..
bukan untuk dapat pujian.
Atau pada saat fajar hampir habis,
Aku hanya ingin membebaskan kata..
Bukan untuk dapat penilaian.
Karena mereka hanya susunan kata sederhana,
Yang perlu dikeluarkan...
Yang perlu dibebaskan...

Aku hanya suka menenggelamkan diriku dalam ribuan kata dengan puluhan cangkir kopi hangat sebagai teman setia.
Jika bagi kalian itu hal yang sia-sia.
Percayalah, bagiku dan mereka yang sama... itu adalah hal yang paling membahagiakan.

Jangan.. jangan tanya mengapa, kenapa atau bagaimana.
Karena jika dijelaskan itu tidak akan masuk dalam nalar kalian.

Aku hanya ingin kalian  membaca tanpa harus memperdulikan bagaimana aku mencari, menyusun, hingga menjadikan kata sebagai perwakilan perasaanku.. perasaanmu.. atau perasaan dia.
Aku hanya ingin itu.
Maaf Jika inginku terlalu sederhana,
Karena ingin yang terlalu berlebihan hanya akan membuatku terluka.
Dan luka itu sakit, apa lagi luka yang terasa tapi tak berdarah.

Dalam susunan kata yang entah bertujuan kemana dan untuk siapa ini, aku hanya ingin menyelipkan kata yang akan dibawa oleh hembusan angin malam ketempatnya berada.
Dia yang akan terus terjaga hingga fajar hampir usai,
semoga malammu baik-baik saja.
Jika kataku tak cukup menghilangkan dinginmu,
maka semoga doa disepertiga malamku, bisa menyelimuti dinginmu malam ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...