Langsung ke konten utama

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana.
Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu.
Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja .
Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul.
Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku.
Maaf...
Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi).
Tidak sepengecut dulu !
Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf.
Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu.
Tekad ku dulu seperti itu.
Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa aku masih harus ikut terlibat dengan masalalumu.
hm.. jadi begini... aku mengajakmu masuk dalam duniaku bukan tanpa alasan.
Ada banyak alasan yang membuatku harus menyeretmu masuk dan duduk sebentar denganku.
Tapi maaf tidak ada segelas jus melon atau jus alpukat disini.
Aku hanya punya teh atau kopi.
Kau ingin ?
Ahh aku hampir lupa, aku tak ada cangkir lain.
Sengaja hanya ku sediakan 2 cangkir. yang satu punyaku, dan yang satu lagi punya Tuan ANku.
Jadi maaf... sepertinya aku tidak bisa menyajikan apapun untukmu.
Dan sebaiknya aku langsung saja menyampaikan apa yang  harus aku sampaikan sejak dulu ;

"Pertama : terimakasih yang teramat dalam dari lubuk hatiku. Setidaknya dulu kamu sudah banyak membantu dan baik padaku. Terimakasih sudah baik tanpa pamrih. Semoga baikmu menjadi pahala yang berlipat ganda (Aamiin).
Kedua : maaf pernah membiarkanmu menggantungkan Asa atas namaku. Maaf pernah datang lalu hilang. Maaf pernah membuatmu jatuh kedalam cinta lalu berdiri dengan banyak luka. Maaf untuk rindu yang pernah membuat suasana hatimu sendu.
Maaf sudah menorehkan kisah yang membuatmu terluka parah. Maaf untuk semuanya !! Aku memang sejahat itu.
Ketiga : kau tau ? Selepas darimu, aku hampir lupa caranya menangis. Lupa caranya berkelahi. Aku lupa caranya menjadi orang lain karena terlalu asik menjadi diriku sendiri.
Kau tau ? Dia tak pernah memaksaku untuk menjadi apa yang dia mau.
Dia tidak pernah memaksaku lari  dan membatasi diri agar tubuhku tidak semakin lebar.
Dia tidak pernah membuatku menangis apalagi meringis.
Dia tidak pernah mempermasalahkan aku mau main sama siapa, asal dia tau. 
Dia... aah, rasanya terlalu banyak jika aku harus tulis satu persatu. Dia baik sepertimu. Bedanya, dia jauh lebih dewasa darimu.
Sikapnya, perhatiannya, cara berpikirnya, juga cara menenangkanku.. semua begitu tenang dan nyaman. Itu sebabnya Aku jadi merasa punya tempat pulang.
Jadi kamu tidak usah cemas, aku terlalu baik-baik saja untuk dibilang baik, jika bersamanya.
Keempat : apa yang kamu rasa ketika membaca tulisan yang ketiga ?
Sudah tau bagaimana rasanya dibedakan ?
Apa sudah paham bagaimana rasanya dibandingkan ?
Sakit bukan ?
Aku bukan sedang balas dendam. Aku hanya ingin kamu mengerti, bahwa aku hanyalah sepotong kisah di masalalumu.
Jadi tolong jangan membuat bayanganku terus hidup dalam masalalumu dengan alasan apapun. Cukup biarkan dia pernah ada dalam beberapa episode di hidupmu, Jangan biarkan dia terus bermain peran. Karena bisa saja bayanganku pun merasa lelah jika terus dikait-kaitkan.
Sudahlah... lepaskan semua bayanganku berserta kisahnya. Biarkan dia terbang dan memenuhi takdirnya untuk tetap tinggal dibelakang. Karena tugasnya hanya sekedar untuk dikenang.
Kini aku dan kamu sama-sama sudah dewasa. Sudah sama2 mengerti, bahwa jika kesalahan dimasalalu harusnya dikubur bukan terus ditarik ulur.
Harusnya aku dan kamu sudah sama-sama paham, bahwa sejak pertengkaran itu.. aku dan kamu memang sudah tidak sejalan.
Harusnya aku dan kamu sadar, bahwa saat ini aku dan kamu ada dimasa yang baru  untuk kemudian mengukir masa depan masing-masing.
Harusnya memang seperti itu kan ?
Ayolah... aku sudah menerapkan itu semua dalam hidupku.
Lalu kamu kapan ? Kapan kamu mau bergerak maju tanpa membawa bayanganku atau sekedar namaku ?
Kapan kamu maju tanpa membuat hati wanita lain patah karenaku ?
Kapan kamu maju tanpa melukai hati perempuan yang rela menanggung salahku ?
Kapannn ????????
Jujur saja... aku sudah lelah terus diikut sertakan dalam kisah perempuan asing yang mengenalku hanya sebatas cerita darimu.
Aku lelah, terus ditanya apa hubunganku dulu denganmu.
Aku lelah menjelaskan lagi, lagi dan lagi.
Aku lelah.. membongkar luka lama yang sudah mengering.
Mungkin kamu lupa, atau mungkin juga tidak tau. Karena masalalu aku dan kamu dulu, pernah menghadirkan luka yang mati-matian aku jauhi.
Jadi, tolong sudahi.
Kelima : Ketahuilah, sekuat-kuatnya seorang wanita, jika lelakinya membahas wanita selain dia, hatinya akan terasa sesak oleh kecemburuannya sendiri.
Jadi, tolong berhentilah membahas wanita selain dia !!
Apalagi jelas-jelas Dia tau, wanita itu pernah menjadi masalalumu."

Aku rasa percakapanku danganmu sudah cukup.
Terimakasih sudah mau mendengarkan tanpa menyangkal.
Terimakasih sudah mau duduk disini..
Karena hanya di tempat ini aku bebas membawa masuk siapapun tanpa melukai dia yang ku sayangi.
Karena hanya ditempat ini aku bisa berkata banyak dan di simak.
Karena hanya di tempat ini aku bisa membuatmu mendengarkan tanpa melontarkan penyangkalan.
Terimakasih  sudah mampir.
Pintunya ada diujung lorong, tempat kau pertama datang. 
Keluarlah... 
Maaf tidak bisa ku antar.

Komentar