Langsung ke konten utama

Jentikan jemariku untuk double Maul #gendongkamunikah

Untuk yang telah kamu pilih sebagai hujan, maka jangan pernah mencari teduh yang lain.
Atau untuk yang telah kamu pilih sebagai mentari pagi hari, maka jangan pernah mencari hangat yang lain.
Bahkan meski hari telah menjadi bulan, bulan telah menjadi tahun, dan tahun telah menjadi abad.
Jika nanti perkara teduh atau hangat yang tidak sama lagi, mungkin kamu hanya butuh ucap sebagai pengingatnya.
Katanya, semakin jauh hubungan semakin banyak juga ucap yang tersalah artikan, untuk itu tetaplah menjadi penerjemah tersabar.. agar kelak dia yang tersemoga dalam hidup kalian, tidak pernah merasakan apa yang kamu rasakan.
Juga agar kamu yang ku lihat tersenyum bahagia disampingnya hari ini, tetap menunjukkan senyum yang sama di hari, bulan, tahun atau bahkan abad kemudian.
Tapi jika takdir berkata lain, maka cukup jadi penerima paling mengerti.. bahwa bahagia tidak melulu bersanding bersama, melainkan melihat dia yang tersemoga tumbuh dengan penuh cinta meski dalam atap yang berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...