Aku benci.. kali ini lebih dalam.
Aku marah.. kali ini lebih ganas.
Aku kecewa.. kali ini lebih parah.
Dan aku patah.. kali ini lebih berkeping.
Semua bukan karena dia, itu sebab diriku sendiri.
Sebab hatiku sendiri, sebab ulahku sendiri !!
Aku mulai muak dengan aku yg sekarang.
Aku mulai jenuh bersembunyi dibalik aku yang sebenarnya.
Tolong siapapun.. bebaskan aku dari segala kefatamorganaan ini.
Segalanya, apapun yang aku hasilkan hanya akan membuat luka.
Hanya akan membuat memar biru dihatinya.
Aku ini hanya Seongok daging yang mau-maunya disimpan dalam ruangan yang tembus terik mentari, padahal dia bisa mencari tempat lain yang punya sedikit tempat bersuhu dingin.
Sayangnya aku terlalu bodoh, terlalu naif, atau mungkin terlalu munafik !
Dan kali ini patahku , ku buat sendiri.
Aku kebingungan, disatukanpun semua percuma.
Aku terisak-isak, ditenangkanpun semua tak punya kekuatan untuk menyudahi.
Mungkin cara yang paling efektif ialah meleburkan diri dalam bumi.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar