Aku bingung harus mulai dari mana.
Apakah aku harus memulai Dari aku yang begitu gila ? , Memulai Dari aku si pembawa masalah ? , Apa memulai Dari aku sang pemberi beban paling hebat ? , Atau mulai dari aku wanita biasa yang begitu mencintaimu ?.
Entah...
Yang ku tau saat ini kepalaku dipenuhi ribuan kalimat aneh yang mencoba merasuki diriku sendiri. Mereka seakan menjelma menjadi seseorang dengan banyak perintah dan kalimat-kalimat yang harus aku benarkan adanya.
Mereka seakan terus mengajakku berbicara dan terus mengajakku kesuatu tempat yang mereka janjikan indah. Mereka berbisik agar aku bisa pamit kepadamu. Mereka mengajariku untuk mengatakan " bolehkah aku pergi ? ". Kadang mereka juga memaksaku untuk menghilangkan diri tanpa alasan.
Aneh....
Ini sesuatu yang memang tidak bisa diterima oleh nalar kalian yang waras. Karena hal semacam itu pasti hanya milik wanita gila sepertiku. Wanita gila yang bahkan tidak bisa menahan beban dipunggung nya sendiri.
Hah... apa kalian yang waras tau bahwa Aku muak ? Aku muak menjadi aku yang gila. Aku muak dengan hidupku yang serba kacau. Aku muak harus membiarkan orang lain menanggung bebanku. Aku muak menjadi aku yang selamat dari koma dan diberi kehidupan kedua yang begitu banyak masalah. Aku muak menjadi orang yang selalu tersenyum padahal pada waktu bersamaan hatiku sedang menangis.
Aku muak menjadi orang yang selalu berkata "aku baik-baik saja" , padahal saat itu ada bagian tubuhku yang terluka. Aku muak menjadi orang yang tidak bisa menggunakan kata tidak sebagai penolakan dan selalu membiarkan tubuhku kelelahan sendiri. Aku muak menjadi orang yang menanam kebaikan namun selalu berbuah kejahatan. Aku muak menjadi manusia yang sama seperti benalu, yang tidak bisa hidup jika tidak ada tempat untuk ditumpangi.
Aku muak pada diriku sendiri.
Kemuakkan ini yang mungkin menghadirkan mereka dalam alam bawah sadarku.
Bukan...
Ini bukan halusinasi ! Dalam hidupku, masalah adalah hal nyata.
Sedangkan kebahagiaan adalah hal semu belaka. Sampai terkadang aku ingin meninggalkan segala yang nyata ini. Menghilang... Dan memulai semua semu yang bahagia sendirian.
Tapi aku takut..
takut mereka yang aku tinggalkan tidak baik-baik saja setelah kepergianku.
Aku takut tidak ada yang menjaga dan merawat pohon trembesiku.
Aku takut tidak ada yang menyiraminya dengan cinta dan kasih sayang.
Aku takut dia tidak punya tempat untuk membagi tampungan embun sisa hujan. Aku takut tidak ada yang mau menceritakannya cerita-cerita konyol. Aku takut dia kesepian.
Aku juga takut pohon ulinku tidak ada yang urus.
Aku takut Tidak ada yang menjaga pohon ulinku agar tetap hidup.
Aku ingin pergi tapi takut !.
Andai...
Setidaknya saat ini aku masih mencoba menjadi orang yang berpegangan pada kata seandainya.
Andai aku bisa menyelesaikan semua yang ada di dunia nyataku.
Andai aku bisa Mengurangi setiap beban yang aku bagi pada orang lain. Andai aku bisa mengatasi semua kemuakanku pada diriku sendiri.
Seandainya itu masih bisa ku lakukan, aku ingin kamu tetap disampingku dan tetap menjadi sumber energiku.
Aku ingin tetap menjadi wanita asing yang dirindukan olehmu.
Aku ingin terus berbagi tawa denganmu.
Dan jika ke-seandaian itu terjadi, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu lebih dari sekedar kata cinta yang Ironman ucapkan.
Karena I LOVE YOU 3000 saja tidak cukup untuk menunjukkan betapa banyaknya cintaku padamu.
Tapi...
Untuk sekarang kata-kata itu bukan kata-kata yang harus diucapkan.
Kata itu akan terdengar sedikit aneh jika aku mengatakannya ditengah nyanyian badai dan tarian ombak saat ini.
Jadi...
Tolong izinkan aku untuk sekedar mengatakan " aku izin untuk tetap disini, karena aku tidak bisa pergi " .
Tolong beri aku izin. Setidaknya barang sekali lagi.
Komentar
Posting Komentar