14 agustus 2018,
hari ini aku akan membawamu masuk kedalam duniaku. aku akan mencoba mendeskripsikan dan menjelmakanmu kedalam tulisanku. jika mau, silahkan masuk, aku sudah membuka pintu. kemudian duduk dan minumlah, itu tehmu, sudah hampir sedingin hatiku.
biar ku mulai....
jika harus mengibaratkanmu sebagai pohon, maka kamu adalah pohon trembesi. pohon yang memiliki tajuk yang menjuntai dan lebar. pohon yang mampu meneduhkanku dari hujan. pohon besar yang selalu terlihat tenang. sama sepertimu, yang selalu terlihat tenang dengan apapun masalah yang hadir dalam hidupmu. kamu yang selalu menatapku dengan teduh yang sama disetiap pertemuan. kamu yang selalu berhasil menenangkan saat piluh dan keluh tak mampu ku tahan. kamu yang selalu menyediakan tempat bersandar saat aku kelelahan. kamu.. pohon trembesiku yang besar, yang begitu meneduhkan, dan begitu ku cintai.
Biarku lanjutkan...
apa kau tau ? hingga akhirnya tulisan ini aku buat, aku masih tak cakap menyatukan kata demi kata untuk mendeskripsikan seperti apa wujudmu, seperti apa sifat baikmu, seperti apa rasa sayangmu, atau sekedar seperti apa perhatianmu. bibirkupun selalu bisu setiap akan merapalkan sajak-sajak manis yang sengaja ku buat untukmu. entah aku yang masih terlalu amatir dalam merangkai kata, atau memang sifatmu yang menjelmakan dirimu begitu sempurna dimataku.
sampai akhirnya aku mencoba mendeskripsikanmu lewat sebuah pohon. pohon trembesi. kata trembesi itu hanya sekedar keumpamaanku atas sikap teduhmu. tapi jika setelah kamu membaca tulisan ini dan kamu tidak menyukainya, maka kamu dapat mengatakannya padaku. kamu dapat mengatakan apapun yang tidak kamu sukai pada gadis egoismu ini. gadis egois yang selalu kau bilang manis. gadis egois yang selalu menyusahkanmu. gadis egois yang selalu mengacaukan jam masuk kerjamu. gadis egois yang pernah berjanji berjuang bersamamu saat kau menawarkan ujung tepian, tapi setelah kau menawarkan, ia justru hanya diam. gadis egois yang selalu mewarnai hari-hari lelahmu dengan semua ocehan cengengnya. gadis egois yang kemauannya selalu kau perdulikan. gadis egois yang..... ahh, rasanya tidak akan ada habisnya jika terus ku bahas tentang keegoisanku atau tentang drama dalam hidupku. aku hanya dapat mengatakan maaf untuk semua sikapku kepadamu. dan aku hanya dapat berterimakasih, karena meski kau tau aku adalah gadis egois, namun kau tetap mau bersamaku.
biar kuteruskan agar jelas....
dengar, tulisan ini hanya sebuah tulisan dengan pengharapan, kamu akan membacanya ditengah jam istirahatmu. bukan tulisan yang meminta balasan apapun. tulisan ini hanya sebuah bentuk rasa syukur atas hadirmu dalam duniaku, bukan tulisan yang sengaja ku buat hanya untuk memamerkanmu pada teman-temanku. tulisan ini hanya sebagai rasa terimakasih atas sikap apikmu terhadap gadis sepertiku, bukan tulisan yang dibuat untuk mendeklarasikan bahwa kamu adalah milikku. Bukan !!! bukan seperti itu. aku bukan pemilik hak paten atas dirimu. aku hanya gadis asing yang berhasil mengenalmu dan kemudian membawamu masuk dalam duniaku juga tulisanku. aku hanya seorang gadis yang meski kau ketahui bahwa aku mencintaimu, namun aku tak bisa melarangmu prihal apapun, kecuali atas pintamu. aku hanya sebatas gadis seperti itu, bukan gadis yang bisa mematenkan hak atas dirimu. BUKAN !!!
aku gagal menjelmakanmu dalam tulisanku, maka biar ku sudahi....
dan diujung tulisan ini, kataku kembali tak bisa ku susun rapih. seperti yang aku bilang tadi, aku tak cakap menjelmakanmu kedalam tuliisanku. itu sebabnya aku tak pernah membawamu masuk kedalamnya. bukan tidak ingin, hanya seperti yang ku bilang tadi, aku selalu kesusahan merapihkan kata dan menjelmakanmu dalam dunia fantasiku. untuk itu, sebelum semakin tak beraturan, aku akan menyudahi tulisan ini dan membawamu kembali keluar dari sini. tapi setidaknya, terimakasih sudah mau mampir.
cangkirmu taruh saja diatas meja itu. biar menjadi pengingat untukku, bahwa aku pernah membawamu masuk kedalam tulisanku.
keluarlah... itu pintunya sudah ku buka, dan biarkan pintunya tetap terbuka. agar aku bisa memandang punggungmu saat kau perlahan berjalan menjauh dan kemudian keluar dari tulisanku.
Komentar
Posting Komentar