Ada mau yang mungkin bisa jadi jawaban.
Ada mau yang mungkin bisa jadi pertanda.
Juga ada mau yang mungkin bisa jadi ajakan.
Pada dasarnya kata mau penuh dengan kesamaran.
Itu sebabnya kita perlu nada dan tekanan untuk mempertegas kata mau yang sebenarnya.
Kata mau juga perlu di iringi dengan kata atau kalimat lainnya.
Meski sudah ada nada dan tekanan, kadang orang masih suka bingung mengartikan mau yang dimaksud.
Itu sebabnya kadang orang salah mengartikan tulisan mau yang kita sampaikan.
Karena tulisan tidak punya nada dan tekanan.
Tapi untuk orang yang mengerti, tulisan bisa jadi punya rasa yang bisa mempertegas kata mau tanpa harus mendengar nada dan tekanannya.
Maka, berdamailah kamu dengan tulisanmu.
Bisa jadi dia mampu menyampaikan mau-mu dengan sebuah rasa. Hingga mau-mu jelas maksudnya meski tanpa nada dan tekanan.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar