Hey kamu.. tolong jangan pernah pergi dariku !!
Karena aku tidak sekuat Milea yang tetap berjalan meski dilan harus pergi dari hidupnya.
Karena aku tidak seikhlas Pak Habibie yang tetap tersenyum ketika Ibu ainun pergi kepangkuan Sang Pemberi Hidup.
Karena aku tidak setabah Cinta yang tetap bisa bersahabat dengan rindu ketika Rangga pergi tanpa kejelasan.
Heii.. aku itu hanya Dewi Julian Sari. Wanita yang dulu, sekarang dan bahkan selamanya akan mencintaimu juga tak bisa hidup tanpamu.
Meski kamu masih ada dibumi, kalo tidak bersamaku.. SEMUA AKAN TERASA PERCUMA UNTUKKU.
Jadi, tetaplah disini, disampingku, memberi panggilan sayang hanya untukku, mendengar semua ocehan cengengku, menjadi sandaran paling kuat hanya untukku, menggenggam tanganku.. hanya tanganku !!
Jika ini tidak bisa jadi sebuah permohonan, maka aku akan menjadikan ini sebagai perintah !!!
Dengar... kamu tidak ku izinkan pergi dari sisiku !! Dulu, sekarang dan selamanya !!!
Terserah, jika mereka menyebut ini sebuah pemaksaan, Aku sama sekali tidak peduli !!
satu-satunya yang aku perdulikan adalah kamu setelah ibuku.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar