Langsung ke konten utama

Aku, Kamu Dan Keumpamaan

Ketika kamu dan aku sampai pada keumpamaan medis dan psikologis.
Kamu umpama medis : setelah badan mati, nyawa tidak merasa sakit lagi.
Sedang aku umpama psikologis : ketika nyawa terluka, dia masih harus hidup dan merasakan sakit.
Tau kenapa aku dan kamu bisa sampai pada umpamaan itu ?
Karena sejak kamu meninggalkanku disudut paling belakang dimasalalumu, aku masih saja mencoba mengobati lukaku sendiri.
Sedang kamu selalu terlihat bahagia dengan boneka baru yang saat ini kau  beri janji untuk jadi masadepanmu.
Aku tak berniat KITA kembali seperti dulu.
Hanya saja kadang aku berpikir, mengapa sejak awal aku tak pernah mengerti bahwa kamu hanya sekedar ingin singgah  untuk membuat luka dengan mengiming-imingi masa depan.
Aku mungkin bodoh, tapi bagiku kamu jauh lebih bodoh !!
Bodoh karena telah melepaskan tangan yang siap menjadi rumah saat kamu lelah dan butuh pulang.
Bodoh karena telah memilih orang yang hanya sekedar ingin singgah bukan menjadikanmu tujuan.
Tapi mungkin benar kata mereka, bahwa jodohmu adalah cerminan dari dirimu.
Jadi mungkin kamu dan dia cocok. Sama-sama mencari singgah bukan mencari tujuan !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...