Langsung ke konten utama

Tetaplah...

Malam ini, akan ku hadiahi jiwamu dengan kertas putih dan tinta hitam : kata-kataku.

"Ibarat purnama yang identik dengan gelap, maka biarkan dia dikenal dari kegelapannya.
Atau mungkin ibarat mentari dengan panas, maka biarkan dia dikenal dari kepanasannya.
Bagiku.. apapun sebutannya, mereka selalu bisa mempesona.
Semua hanya soal cara pandang seseorang.
Begitu juga kamu... bagaimanapun sebutan atau penilaian mereka semua, bagiku dirimu lebih dari sebutan sanguin.
Untuk itu tolong jangan jadi seorang Avoidant hanya sebab argument seseorang.
Karena yang perlu kamu Ketahui... bahkan mutiara tidak langsung lahir menjadi mutiara. Dia harus melewati proses yang panjang untuk disebut sebagai mutiara indah yang kemudian diperebutkan oleh ratusan pencintanya.
Untuk itu, tetaplah jadi sanguin dan jangan pernah berubah menjadi Kolerik, melankolik atau Plegmatik."

Tapi jika ragamu menyebut ini sebagai sebuah surat, maka tetaplah terus begitu, dan jangan pernah mengubahnya menjadi sebuah kata-kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...