Langsung ke konten utama

Si Autis

Sungguh jika memang kalian pandai menerjemahkan. kali ini, kalian telat gagal !!
Andai sang ibu bisa melakukan penawaran, mungkin dia juga akan meminta anak yang sama seperti kita. Sehat badan, sehat akal, sehat mental, sehat segalanya.
Tapi sayangnya Dia tidak bisa melakukan penawaran kepada Tuhan.
Karena setelah PINTA kita hanya tinggal menunggu apa yang diBERIkan.
Atau mungkin jika Anak itu bisa membuat perjanjian dengan Tuhan, Anak itu akan membuat perjanjian tentang jiwa dan raganya yang ingin terlahir normal.
Tapi, sayangnya kehidupan bukan soal perjanjian.
Tolong, berhentilah mengeluarkan ocehan nyinyir kalian !!
Tidakkah kalian lihat ? Argumen kalian sudah terjawab dengan sikap seorang ibu yang tetap sabar walau mendengar banyak caci dan maki.
Aku bukan menilai, sungguh kebisaan ku bukan sebagai penilai.
Tapi dari kata-kata "TENANG, KAN ADA MAMA DISINI" sudah terbesit sebuah kepahaman tentang: Dia adalah Ibu luarbiasa dalam segala hal, bahkan dalam hal menyembunyikan airmata kepedihan.
Jadi untuk alasan apapun, kalian sebagai orang waras yang selalu mengagung-agungkan kewarasan kalian. Berhentilah melakukan penilaian.
Karena sungguh, serendah-rendahnya manusia ialah ia yang melakukan penilaian atas kerendahan oranglain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...