Hembusan angin tadi mengingatkanku pada senja yang pernah mengantarkan ku pada purnama yang begitu hangat, meski butiran bening dari langit terus berjatuhan.
Pada purnama kali ini aku mempertanyakan semuanya...
Tentang purnama yang kau janjikan !!
Bukan ingin meminta kejelasan untuk sebuah ikatan..
Aku hanya ingin sebuah kepastian untuk purnama yang pernah kau janjikan !!
Mengapa harus ada purnama itu ?? Mengapa kau harus menjebakku dalam satu purnama yang sudah kita ketahui bahwa itu adalah kesalahan ??
Lewat senyumanmu kemarin aku paham, bahwa senyum itu memang bukan milikku. senyummu diam-diam membuatku merasa kesakitan.
Dan kini aku sadar, bahwa purnama kala itu hanya kau anggap sebagai sebuah prasasti. Sedangkan aku terus menganggap purnama kala itu sebagai sebuah arsip.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar