Langsung ke konten utama

Mungkin kamu enggan

Kamu seakan menarikku dari taman bunga lalu menyeburkan aku dalam kolam penuh lumpur.
Aku bingung dengan perkataanmu.
Kadang meyakinkan, tapi kadang menjatuhkan.
Perlu kamu tau, 
ada masanya aku seperti karang yang kuat, meski diterjang ombak besar sekalipun.
Tapi.. ada saatnya aku serapuh air yang beku. Kapan saja kamu menyentuhku maka saat itu pula hancurlah aku.
Aku tidak bermaksud memutar-mutar pembicaraan ini.
Maksudku... kamuu... hemm... bukan, maksudnya aku..
Aku begitu membutuhkanmu !! Bukan sekedar menginginkan dirimu.
Dan untuk perkataanmu malam lalu, bisakah kau pertimbangkan sekali lagi ?
Aku hanya ingin diperjuangkan bukan melulu memperjuangkan.
Tapi jika kamu enggan, aku bisa mengerti.. 
Mungkin didiriku sudah tidak ada sesuatu lagi, hingga kamu enggan memperjuangkanku barang sedikit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...