Langsung ke konten utama

Jika semisal dibunuh bukan

Semisal aku tinta, maka perkenankanlah aku menari diatas kertas putihmu.
Atau semisal aku rindu, maka perkenankanlah aku bersemayam dalam hatimu.
Tapi jika "semisal dibunuh bukan", maka cukup perkenankan aku melantunkan syair-syair sajakku sebagai hadiah kecil untukmu.
Seumpama hadiahku terlalu sederhana, mungkin aku bisa menawarkan hadiah lain untukmu.
Kau tau apa itu ?
Itu adalah segala rasa yang serba terlalu padamu, terutama rasa cintaku.
Karena semenjak hari itu, mencintaimu telah menjadi kebiasaanku.
Andai imajimu menafsirkan ini sebagai rayuan, sungguh aku tak pernah bermaksud merayumu, Karena itu bukan kebisaanku.
Aku hanya bingung yang terjebak dalam kata, untuk mengucapkan AKU MENCINTAIMU.
Atau mungkin aku hanya kata yang terjebak dalam doa, SEMOGA AKU DAN KAMU AKAN SELALU MENJADI KITA.
Dan jika kataku kau nilai berlebihan, maka biar ku tutup sajakku dengan pernyataan yang harus kau sampaikan kepada ibumu, "AKU MENCINTAI ANAK LAKI-LAKINYA YANG BERNAMA ABI NANEL".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentangmu, hanya sebuah masalaluku 🍁

Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai   masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...