Diluar hujan.
Kau tau ? Wangi tanah yang tersiram hujan itu sama menyejukannya dengan wangi parfum milikmu.
Sejuk.. nyaman.. begitu menenangkan.
Hah.. aku mungkin begitu berlebihan.
Tapi nyatanya aku selalu merasa senyaman ini setiap kali menikmati aromamu ataupun hujan.
Diluar basah.
Aroma itu membuatku de-javu.
Suara rintik-rintik itu semakin besar, semakin membuat basah, semakin menguatkan aromanya.
Kau tau ? Ini semakin membuat rindu dalam dadaku berdesak-desakan !
Diluar Dingin.
Mereka masih enggan pergi, boleh ku minta satu hal padamu malam ini ?
Sebentar saja.. temui aku dalam mimpi.
agar sesak ini mendapat penetralnya.
Setidaknya barang sebentar.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar