Dia memang tidak membuatku menyatukan diri pada kegelapan, tapi dia membuatku menjelma menjadi herbivora yang setia pada obatnya. Aku selalu mencoba menjelma sebagai Herbivora yang begitu apik menyembunyikan segala sakitnya, tapi kadang segala usahaku bertuan pada kegagalan.
Atau kadang aku selalu mencoba menjadi herbivora yang Seperti ibu bilang "jangan pernah kalah dengan kata tidak bisa" , tapi nyatanya aku selalu diam-diam menangisi ketidakbisaaanku untuk membuat tinta hitam menari indah diatas kertas putih.
Aku sebisa ku menjadi herbivora yang selalu tersenyum, meski kadang dihantam rasa sakit dari berbagai sisi dan kemudian menangis untuk mengalahkan segalanya.
Bagaimanapun kamu menjelmakan diriku yang sekarang, aku begitu berhutang ribuan terimakasih padamu.
Dan perlu kau ketahui, aku rindu menyaksikan fajar yang malu-malu untuk keluar atau menghabiskan senja yang perlahan-lahan tenggelam tanpa menyisakan penyesalan bersamamu.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar