Aku sampai pada tahap dimana nadiku tidak lagi berdenyut dalam penjara ini.
Ingin ku keluar, tapi aku terkunci.
Ingin ku bebaskan, tapi aku terpasung.
Parahnya, ingin ku bertahan tapi aku melemah.
Perlahan.. ritme jantungku berdetak tak berirama.
Hingga aku tidak mengerti bagaimana aku bisa terkulai lemas dilantai.
Karena hanya satu yang ku ingat, saat itu pandanganku seketika menghitam.
Dan ketika aku tersadar, hanya satu yang kupahami.. bahwa kini, aku sedang membunuh diriku sendiri didalam penjara ini.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar