hingga senja di sebelas mei ini, aku masih saja memutar rekaman indah yang pernah kita lalui bersama.
Kau ingat, Pada salah satu senja lalu, aku pernah berbisik tentang rinduku kepada satu-satunya lelaki yang inisial namanya ku tulis dekat dengan hatimu ??
Semenjak kau pergi, laki-laki itu yang harus menanggung segala ketidakbisaanmu menemaniku.
Kadang aku malu pada aku yang dulu begitu gagahnya menembus segala musim bersamamu , sedang kini aku harus bergantung pada laki-laki yang tidak seharusnya ku buat sibuk dengan ketidakbisaanku.
Dan kadang aku sedih pada ketidakbisaanku mempertahankanmu meski hanya untuk menyembuhkan luka ditubuhmu, padahal kamu telah bersedia menukar redupmu dengan sinarku.
Hatiku selalu berhasil dipora-porandakan kenangan saat kita bersama dan kelenjar bening itu selalu berusaha membuktikan kepadamu, bahwa aku begitu merindukanmu.
Selamat malam untuk kamu yang ada disana. Kamu yang diam-diam masih menyisihkan waktu untuk mencari tau kabarku , yang masih menyisihkan waktu untuk mampir di duniaku, walau hanya untuk sekedar membaca tulisan tak bermutu. Apa kabarmu ? Semoga selalu baik-baik saja . Aku tau mungkin kamu terkejut atau mungkin penasaran setelah membaca judul postinganku saat notif di handphonemu muncul. Sebelumnya maaf sudah lancang membawamu masuk dalam duniaku. Maaf... Setidaknya , sekarang aku bisa menyampaikan maafku terlebih dahulu sebelum melukai hatimu (lagi). Tidak sepengecut dulu ! Setelah Melukaimu hingga patah berkeping, aku tak pernah hadir walaupun hanya untuk menyampaikan maaf. Sebenarnya bukan tidak bisa atau tidak boleh, hanya saja.. sejak awal aku sudah memutuskan, bahwa kamu hanya akan aku jadikan sebagai masalalu yang tidak akan pernah aku ganggu lagi hidupnya, setelah luka yang terakhir itu. Tekad ku dulu seperti itu. Tapi kini, sepertinya dengan amat terpaksa a...
Komentar
Posting Komentar